0

TNI &POLRI Kawal Perusahaan Malaysia gusur warga SAD.

Posted by ureh alsagan edsa on 07.42
Sabtu (7/12/2013)
Ratusan pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Brigade Mobil (Brimob) Polri mengawal proses penggusuran yang dilakukan oleh PT. Asiatic Persada (AP), anak perusahaan dari Wilmar Group asal Malaysia, terhadap warga Suku Anak Dalam (SAD) di Padang Salak, Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Batanghari, Sabtu (7/12/2013).
Proses penggusuran itu dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu sebagian besar warga SAD sedang beraktivitas di ladang. Namun, tiba-tiba datang 1500-an pasukan gabungan TNI, Brimob, Security PT. SAD, dan preman menyerang dan merusak rumah petani.
Eko Purwanto, aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang berada di lokasi kejadiaan, mengungkapkan bahwa kedatangan ribuan pasukan gabungan tersebut tidak diketahui oleh warga SAD. “Tiba-tiba mereka datang merusak rumah warga, mencabuti bendera PRD dan STN, dan mengusir warga keluar lokasi,” ungkap Eko.
Saat itu, kata Eko, begitu warga mengetahui pihak PT. Asiatic Persada datang melakukan penggusuran paksa, sekitar 70-an warga dan aktivis PRD mencoba melakukan perlawanan. Namun, perlawanan warga itu dipatahkan.
TNI dan Brimob melepaskan tembakan berulang-kali. Akibatnya, sebagian besar warga SAD melarikan diri karena ketakutan. Tak hanya itu, sejumlah security dan preman bayaran PT. Asiatic Persada mengumbar senjata tajam dan mengancam membacok warga.
Eko Purwanto, yang berusaha memimpin kawan-kawannya bersama warga SAD melawan ribuan pasukan gabungan itu, menjadi sasaran penyerangan yang dilakukan TNI, Brimob, dan Preman. “Alat komunikasi saya, seperti ponsel dan handy-talk, disita oleh mereka,” kata Eko.
Tak berhenti di situ, beberapa security dan preman bayaran perusahaan berusaha memukul Eko dengan botol. Namun, Eko berhasil menangkis pukulan itu dengan tangan kirinya. Akibatnya, pergelangan tangan kiri Eko terluka parah.
Tak hanya itu, para security dan preman bayaran PT. Asiatic Persada juga mengejar-ngejar Eko dengan parang. Para preman dan security PT. Asiatic juga mengejar dan mengintimidasi warga SAD lainnya.
Warga SAD sendiri berusaha melawan dengan peralatan seadanya, seperti kayu dan bambu runcing. Namun, karena TNI dan Polisi terus melepaskan tembakan, warga SAD pun terdesak.
Informasi yang dihimpun oleh Berdikari Online menyebutkan, banyak warga yang mengalami luka karena aksi kekerasan TNI, Polri, security, dan preman bayaran PT. Asiatic Persada. Seorang bernama Angga ditangkap oleh pihak perusahaan.
Aksi brutal pasukan gabungan TNI, Polri, dan preman ini juga membawa kerugian materil. 3 kendaraan roda dua milik warga dirampas paksa oleh pihak security dan preman. Sementara sejumlah kendaraan roda dua milik warga lainnya dirusak oleh security dan preman tersebut.
Tak hanya itu, hingga berita ini diturunkan, sudah ada ratusan rumah warga SAD yang dirusak. Akibatnya, ratusan kepala keluarga yang kesemuanya warga SAD kehilangan tempat tinggal. Sementara ratusan warga SAD lainnya, terutama ibu-ibu dan anak-anak, mengalami ketakutan dan trauma mendalam.
Eko mengungkapkan, ribuan pasukan gabungan TNI, Polri, security, dan preman perusahaan itu mengaku dari Tim Terpadu Batanghari. Namun, ketika warga memintai surat perintah penggusuran dari Tim tersebut, mereka tidak bisa menunjukkan. Bahkan, anggota TNI hanya membalasnya dengan tembakan.
Puluhan tahun yang lalu masyarakat Suku Anak Dalam 113 mendiami sebuah kawasan di Bajubang, Batanghari. Namun, sejak tahun 1986, wilayah pemukiman Suku Anak Dalam tersebut diklaim oleh PT.Bangun Desa Utama BDU.
Lalu, pada tahun 2007, kepemilikan lahan itu beralih ke tangan perusahaan yang baru, PT. Asiatik Persada, anak perusahaan Wilmar Group, yang berkantor di Malaysia. Sejak itu, masyarakat SAD terusir dan hidup berpencar-pencar. Namun, sejak itupula warga SAD berjuang untuk merebut kembali hak-haknya.


0
Posted by ureh alsagan edsa on 07.16
Fabruari 1966. Suasana Ibukota Republik Indonesia, Jakarta, masih genting. Anggota dan simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) dikejar-kejar, disiksa, dipenjara, dan dibantai. Kantor Central Comite (CC) PKI di Jalan Kramat 81, Jakarta Pusat, sudah ludes dibakar massa anti-komunis.
Kekuasaan Bung Karno diujung tanduk. Kudeta merangkak yang dirancang Soeharto dan CIA memang menyasar Bung Karno. Maklum, di bawah kekuasaan Bung Karno, haluan ekonomi-politik Indonesia sangat anti-kolonialisme dan anti-imperialisme.
Soeharto dan kelompoknya berusaha menyeret Bung Karno ke dalam peristiwa G/30/S. Untuk itu, disusunlah propaganda mendiskreditkan Bung Karno. Poster dan famplet, yang didalamnya menyebut Soekarno seorang marxis, disebar dan ditempel dimana-mana.
Bung Karno tidak gentar. Tanggal 28 Februari 1966, di hadapan peserta Sapta Warsa Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI), Bung Karno terang-terangan mengakui dirinya seorang marxis. “Aku tegaskan dengan tanpa tedeng aling-aling, ya, aku marxis,” kata Bung Karno.
Itu bukan pertama kalinya Bung Karno menyebut diri marxis. Tanggal 6 September 1966, ketika menerima delegasi Angkatan 45 di Istana Negara, Bung Karno juga menyatakan dirinya seorang marxis. Bahkan, menurut pengakuannya, sejak tahun 1928, Ia sudah menjadi marxis, sekaligus nasionalis dan agamais. “Marxisme adalah isi dada saya,” ujar Bung Karno.
Bahkan, di pertemuan dengan Angkatan 45 itu, Bung Karno sempat mengungkapkan kemarahannya kepada MPRS yang berkeinginan melarang ajaran marxisme. “Kalau engkau (MPRS) mengambil keputusan melarang Marxisme, Leninisme, Komunisme, saya akan ketawa,” tegasnya.
Bagi Bung Karno, sebuah ideologi atau ajaran tidak boleh dilarang. Yang harus dilarang, katanya, adalah kegiatan marxisme atau komunisme yang merugikan negara. Ia sadar, sebuah ajaran atau pemikiran tidak terlepas dari sociaal economische verhoudingen (relasi sosial ekonomi). Ia mencontohkan, marxisme tidak akan pernah bisa dihilangkan jikalau sociaal economische verhoudingen masih sangat buruk. Sebab, marxisme adalah senjatanya kaum tertindas untuk membebaskan diri dari segala bentuk penghisapan.
Marxisme sendiri sangat mempengaruhi Bung Karno. Dalam artikel berjudul “Menjadi Pembantu Pemandangan: Soekarno, oleh…Soekarno sendiri”, yang dimuat di Pemandangan, 1941, Bung Karno menganggap marxisme sebagai teori yang paling kompeten untuk memecahkan soal sejarah, politik, dan sosial-kemasyarakatan.
Bung Karno juga mengakui, berkat kontribusi marxisme, ajaran nasionalismenya tidak tergelincir ke chauvinisme dan fasisme. Memang, di banyak negara, terutama di Eropa, ajaran nasionalisme cenderung menjadi chauvinis dan fasistik.
Di tahun 1920, era ketika Bung Karno mulai tampil di pentas pergerakan, pengaruh marxisme sangat kuat. Hampir semua tokoh pergerakan saat itu, termasuk Tjokroaminoto, sangat terpengaruh marxisme. Banyak Haji-Haji  dan pemuka agama juga menjadi marxis, seperti Haji Misbach, Haji Datuk Batuah, KH Tubagus Achmad Chatib, Natar Zainuddin, dan lain-lain.
Soekarno mengaku belajar marxisme sejak usia 16 tahun. Di Surabaya, saat mondok di rumah HOS Tjokroaminoto, Soekarno menyelami marxisme. Awalnya, ia mempelajari marxisme dari para penafsir marxisme. Setelah itu, ia mulai membaca karya-karya Marx dan Engels. “Pada waktu muda-mudi yang lain menemukan kasihnya satu sama lain, aku mendekam dengan Das Capital. Aku menyelam lebih dalam dan lebih dalam lagi,” kenang Bung Karno dalam otobiografinya yang ditulis Cindy Adams, Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.
Rumah Tjokro sendiri sering berfungsi sebagai tempat mangkalnya aktivis pergerakan. Tokoh-tokoh komunis, seperti Semaun, Sneevliet, Alimin, dan Musso, serang datang ke rumah Tjokro. Di situlah Bung Karno muda mengenal tokoh-tokoh marxis tersebut. “Bahanku juga dari marxisme, yang aku dapat dari Semaun, yang aku dapat dari pemimpin-pemimpin Belanda seperti Hartogh dan Sneevliet,” kata Bung Karno seperti dikutip Budi Setiyono dan Bonnie Triyana dalam buku kumpulan pidato, Revolusi Belum Selesai.
Dengan menjadikan marxisme sebagai alat analisanya, Bung Karno berusaha menganalisa situasi dan perkembangan masyarakat Indonesia. Hasilnya jelas: Marhaenisme. Dan ajaran Marhaenisme ini, seperti sering ditegaskan Bung Karno, adalah Marxisme yang diselenggarakan, dicocokkan, dilaksanakan di Indonesia.
Marxisme juga mempengaruhi ajaran Bung Karno yang lain, terutama Sosio-Nasionalisme dan Sosio-Demokrasi. Bahkan, kalau mau jujur, Pancasila sendiri sangat kental dengan pengaruh marxisme. Nama Lenin, pemimpin komunis Uni Soviet, juga beberapa kali disebut dalam Pidato 1 Juni 1945—lahirnya Pancasila.
Para pendiri bangsa, seperti Bung Hatta dan Sjahrir, juga sangat dipengaruhi Marxisme. Penyusunan konstitusi kita, UUD 1945, banyak disumbangkan oleh tokoh-tokoh bangsa beraliran marxis. Sampai-sampai mantan Presiden RI, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, menyebut UUD 1945 sangat dipengaruhi “Das Capital”.
Bung Karno juga sering murka kepada kaum intelektual, termasuk professor, yang mengabaikan Marxisme. Pada saat pembukaan Upgrading Wartawan PWI di Istana Bogor, 12 Februari 1966, Bung Karno menyindir professor ekonomi yang hanya mengajarkan liberalisme ekonomi kepada mahasiswa Universitas, tetapi mengabaikan marxisme dan ajaran-ajaran Karl Marx.
Marxisme dengan berbagai variannya sangat berkontribusi dalam perjuangan nasional Indonesia. Para pendiri bangsa juga banyak dipengaruhi oleh marxisme. Karena itu, tak bisa disangkal lagi, berdirinya NKRI ini tidak lepas dari kontribusi marxisme.
Ironisnya, dalam pembahasan Rancangan KUHP, DPR masih berusaha keras menempatkan ajaran Marxisme sebagai musuh NKRI, Pancasila, dan UUD 1945. Bahkan, tindakan yang dianggap menyebarkan dan mengembangkan ajaran komunisme/Marxisme-Leninisme akan diganjar hukuman penjara 7 tahun.
Saya bisa menyimpulkan: kalau DPR sampai tetap melakukan itu, berarti mereka telah menyangkal dan mengharamkan pemikiran Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir, dan lain-lain. Artinya, mereka telah berusaha mengubur pemikiran yang berkontribusi dalam perjuangan bangsa ini.

0
Posted by ureh alsagan edsa on 07.14


0
Posted by ureh alsagan edsa on 10.21

0

SEJARAH SHEILA ON 7

Posted by ureh alsagan edsa on 23.36
Sheila on 7 adalah grup musik Indonesia yang berdiri pada 6 Mei 1996. Grup band ini pada awalnya adalah sekumpulan anak-anak sekolah dari beberapa SMA di Yogyakarta. Di awal berdirinya bersatulah lima anak muda, Duta (vokal) berasal dari SMA 4, Adam (bass) dari SMA 6, Eross (gitar) dari SMA Muhammadiyah I, Sakti (gitar) dari SMA De Britto, dan Anton (drum) berasal dari SMA Bopkri I. Mereka sepakat untuk membentuk sebuah band dan membawakan lagu-lagu dari kelompok Oasis, U2, Bon Jovi, Guns N' Roses, dll. Pada waktu itu juga, mereka telah memiliki beberapa lagu-lagu orisinal karya mereka sendiri dan mereka mencoba untuk memperkenalkan dan membawakan lagu-lagu tersebut dengan penuh rasa percaya diri di berbagai pentas.
Berawal dari Adam dan Sakti yang memiliki band bernama "W.H.Y Gank" mengajak Duta ikut latihan band mereka untuk menjadi vokalis. Duta dipilih berbekal cerita Adam bahwa Adam dan Duta merupakan langganan pengisi acara 17 Agustus-an di komplek perumahan mereka, Duta menyanyi dan Adam bermain gitar akustik.
Berbicara mengenai "W.H.Y Gank" saat itu, Adam dan Sakti masih sering bertukar posisi sebagai bassist dan guitarist tergantung dari lagu yang mereka bawakan. Namun kebetulan band yang beranggotakan Adam, Sakti, Duta, dan seorang drummer bernama Agung ini belum sempat mencicipi panggung musik. Mereka baru sebatas latihan di studio, meng-cover version lagu band-band ternama, dan ikut audisi/seleksi untuk bisa tampil di sebuah acara.
Setahun berselang setelah "W.H.Y Gank" sempat vakum beberapa waktu, berkenalanlah mereka dengan Eross (yang nantinya menjadi lead guitar mereka). Mereka berempat kemudian memutuskan untuk memulai sebuah band baru, dan bertemulah mereka dengan Anton sang pemain drum yang dikenalkan oleh Eross pada saat latihan pertama band ini di studio. Setelah latihan pertama selesai inilah mereka memutuskan untuk menamakan band ini dengan nama "Sheilagank", dan menjadikan tanggal 6 Mei 1996 sebagai hari lahir mereka.
"Sheilagank" sempat malang melintang di pensi-pensi dan festival band SMA se-Jateng DIY selama kurang lebih 2 tahun, hingga pertengahan tahun 1998 akhirnya mereka mendapatkan "kontrak rekaman" pertama mereka dengan pihak label Sony Music Entertaintment Indonesia. Mereka kemudian merubah nama band mereka menjadi "Sheila On 7". Nama "Sheilagank" kemudian digunakan sebagai sebutan bagi pendengar setia karya-karya mereka. "Sheila" sebenarnya diambil dari nama teman SMA Eross yang juga adalah teman SD Adam dan Duta. Alkisah, saat pertama Adam dan Eross berkenalan dulu, Adam memanggil Eross dengan panggilan "temannya Sheila ya ?!", dan Eross pun menjawab "kamu temannya Sheila juga ya ?!", sehingga nama tersebut seringkali disebut dalam perbincangan mereka. Sedangkan "On 7" maksudnya adalah "pada 7 nada yaitu do-re-mi-fa-sol-la-si". Sehingga nama "Sheila On 7" kira-kira artinya adalah teman-temannya "Sheila" yang memainkan 7 nada / memainkan musik.
Sheila On 7 sejak awal kiprahnya di kancah musik Indonesia telah menorehkan banyak sekali prestasi, diantaranya menjadi satu-satunya band Indonesia yang mampu menjual album fisik sebanyak lebih dari satu juta copy, tiga album berturut-turut. Mereka juga memiliki pendengar-pendengar setia di negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei.
Namun pada tahun 2004, mereka harus berpisah dengan Anton (drummer) dikarenakan tidak disipilin menurut sang manajer. Saat itu kemudian Brian masuk sebagai additional player mengisi posisi drummer yang ditinggalkan Anton. Brian tampil bersama Sheila On 7 di berbagai tour untuk promo album "Pejantan Tangguh". Album The Very Best of Sheila On 7 (2005) menjadi karir rekaman studio pertama Brian bersama Sheila On 7 sebagai additional player.
Pada tahun 2006, Sheila On 7 juga harus berpisah dengan Sakti karena ia mengundurkan diri di tengah-tengah proses rekaman album "507" dikarenakan keinginan untuk melanjutkan pendidikannya ke Pakistan tak dapat dihentikan. Namun pada saat proses rekaman album "507" itu pulalah Sheila On 7 akhirnya mengangkat Brian menjadi drummer tetap Sheila On 7 hingga sekarang. di tahun 2011 Eross juga sempat mengajak Risky Santoso untuk mengisi Posisi gitaris kedua yang dulu sempat ditinggalkan oleh Sakti,namun Risky sibuk dengan bandnya sendiri dan jarak (Niwa Shady) band asal Tegal Jawa Tengah . Eross dan Risky Santoso dikenalkan oleh salah satu teman dekat Eross Dan Risky. Sheila On 7 sekarang adalah Brian (drum), Eross (guitar), Duta (vocal), dan Adam (bass).


0

Tugas Dan tanggung jawab EKS Kota

Posted by ureh alsagan edsa on 07.38

Tugas dan Tanggung Jawab Pengurus LMND Eksekutif Kota

Ketua Kota
1.   Ketua  kota dipilih, diangkat dan diberhentikan oleh Konferensi Kota (KONFERKOT).
2.   Ketua kota  berkedudukan di kota/kabupaten
3.   Tugas dan tanggung jawabnya:
a.     Melakukan kerja kampanye dan atau sebagai juru bicara LMND ditingkatan Kota/ Kabupaten
b.     Melakukan kerja penggalangan front ditingkatan Kota/ Kabupaten.
c.     Menyelenggarakan event-event politik LMND (seperti: Aksi Massa, Seminar, Konferensi Pers, dsb)
4.   Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, Ketua Kota dapat di bantu oleh staf yang diangkat dan ditetapkan oleh Eksekutif Kota untuk membantu ketua dalam melaksanakan tugasnya. 
Sekretaris Kota 
1.   Sekretaris Kota dipilih, diangkat dan diberhentikan oleh Konferensi Kota (KONFERKOT)
2.   Sekretaris Kota berkedudukan di Kota/ Kabupaten
3.   Tugas dan tanggung jawab:
a.     Memimpin dan mengkoordinasikan kerja kerja Eksekutif Kota LMND
b.     Memastikan berjalannya program-program kerja organisasi di tingkat Kota
c.     Memastkan kerja admistrasi kesekretariatan organisasi
d.     Memberikan arahan terhadap struktur di bawahnya
e.     Melakukan penelitian struktur dan pendataan anggota LMND ditingkatan Kota
f.       Menyelenggarakan event-event politik LMND (seperti: Aksi Massa, Seminar, Konferensi Pers, dsb)
4.   Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, Sekretaris Kota dapat di bantu oleh staf yang diangkat dan ditetapkan oleh Eksekutif Kota untuk membantu Sekretaris dalam melaksanakan tugasnya.
Departemen Pendidikan dan Kaderisasi
1.                    1. Departemen Pendidikan dan Kaderisasi di pilih, diangkat dan diberhentikan oleh Konferensi Kota
2.                    2.  Departemen Pendidikan dan Kaderisasi berkedudukan di kota/kabupaten.
3. Tugas dan tanggung jawab:
a.       Memberikan usulan materi yang disusun sebagai materi kurikulum dan materi pendidikan LMND
b.       Menyelenggarakan pendidikan Anggota LMND secara secara berkala dan berjenjang (A1) di tingkatan Kota
c.        Menyelenggarakan kursus-kursus terbuka bagi massa ataupun kursus penguatan ideologi anggota
Departemen Koran dan Bacaan
1.       Departemen Koran dan Bacaan di pilih, diangkat dan diberhentikan oleh Konferensi Kota (KONFERKOT).
2.       Departemen Koran dan Bacaan berkedudukan di kota/kabupaten.
3.    Tugas dan tanggung jawab:
a.       Menggandakan  dan mendistribusikan koran organisasi
b.       Membantu penyediaan materi koran dan bacaan organisasi
c.        Menjadi kontributor koran Suara Pelopor dan terbitan lain organisasi
d.       Mengelola website dan jejaring sosial (Group Facebook, Twitter dll)
Departemen Pengembangan Organisasi, Perempuan dan Advokasi Massa
1.       Departemen Pengembangan Organisasi, Perempuan dan Advokasi (DPOPAM) dipilih, diangkat dan diberhentikan oleh Konferensi Kota (KONFERKOT).
2.       Departemen pengembangan organisasi berkedudukan di kota/kabupaten
3.       Tugas dan tanggungjawab:
a.       Melakukan perluasan struktur dengan membangun struktur LMND tingkat Komisariat atau Kampus.
b.       Memimpin kampanye isu perempuan dan pembentukan wadah-wadah pengorganisiran perempuan
c.        Membangun kerjasama pengorganisiran dengan organisasi rakyat lainnya
d.       Memberikan advokasi hukum terhadap anggota LMND dan Massa Rakyat
e.        Memberikan usulan materi pendidikan advokasi bagi tenaga-tenaga advokasi LMND dan massa
f.        Melakukan Rekruitmen tenaga-tenaga advokasi LMND
g.        Menyelenggarakan pendidikan advokasi bagi tenaga-tenaga advokasi LMND dan massa
4.       Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab nya, Departemen Pengembangan Organisasi, Perempuan dan Advokasi Massa (DPOPAM) bisa dibantu oleh staff yang diangkat dan ditempatkan oleh Eksekutif Kota
Departemen Dana dan Badan Usaha
1.       Departemen Dan dan Badan Usaha dipilih, diangkat dan diberhentikan oleh Konferensi Kota (KONFERKOT).
2.       Departemen Dana dan Badan Usaha berkedudukan di kota/kabupaten.
3.     Tugas dan tanggung jawabnya :
a.     Memanajemen keuangan organisasi.
b.     Melakukan pengumpulan iuran anggota di tingkatan kota/ kabupaten
c.     Mengembangkan potensi-potensi dari organisasi untuk pembangunan badan usaha organisasi

0

Sejarah LMND

Posted by ureh alsagan edsa on 07.22
Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi - National Student League For Democracy (LMND), merupakan organisasi mahasiswa progresif yang didirikan bersamaan dengan gelombang perjuangan menggulingkan rejim Orde Baru hingga pada tuntutan Penuntasan Agenda Reformasi; Penghancuran sisa-sisa kekuatan Orde Baru,  Demokratisasi dalam segala aspek Politik, Ekonomi dan Budaya, serta Pembentukan Pemerintahan Rakyat.
Pada pertengahan tahun 1998 dibentuk Front Nasional untuk Reformasi Total (FNRT), akan tetapi, FNRT tidak sanggup mengkonsolidasi kesatuan gerakan mahasiswa dan menyebabkan front ini bubar. Setelah itu, beberapa komite aksi yang pernah mengambil inisiatif pendirian FNRT membentuk aliansi baru, yaitu Aliansi Demokrasi (ALDEM) pada Agustus 1998. ALDEM berhasil menerbitkan sebuah majalah “ALDEM” satu kali dan sukses menggalang aksi nasional pada tanggal 14 September 1998 dengan isu Cabut Dwifungsi ABRI. Upaya berikutnya adalah pembentukan Front Nasional untuk Demokrasi (FONDASI) pada pertengahan Februari 1999.
Kebuntuan konsolidasi Rembuk Manahasiswa Nasional Indonesia II (RMNI II) di Surabaya, terutama mengenai respon terhadap pemilu 1999, mendorong FONDASI melakukan konsolidasi lanjutan pada tanggal 9-12 Juli 1999 di Bogor. Konsolidasi yang diikuti sekitar 20 komite aksi mahasiswa dari berbagai kota bersepakat mendirikan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND). Sejak berdiri, LMND bersama komite aksi yang dipayunginya aktif dalam perjuangan menuntaskan Reformasi; Menolak SI MPR, Pengadilan terhadap Soeharto, hingga penolakan terhadap RUU PKB.
Pada tahun 2001, sebuah pertikaian di DPR melahirkan kompromi politik dengan naiknya Abdul Rahman Wahid (Gus Dur) sebagai presiden dan Megawati sebagai wakil presidennya. Gusdur merupakan seorang demokrat-reformis yang bersikap gradual, terutama dalam bersikap terhadap manuver-manuver politik yang dilakukan sisa-sisa kekuatan Orde Baru, maupun Poros Tengah yang dirancang oleh sayap oportunis di parlemen (PAN, Partai Keadilan, PBB, PPP, dll). Beberapa kali Gus Dur hendak memperlihatkan sikapnya membersihkan sisa-sisa Orde Baru, dengan mengadili Soeharto, merespon tuntutan pembubaran Golkar, serta menghapuskan dwi-fungsi ABRI. Langkah ini mendapat perlawanan dari kelompok reaksioner; sisa-sisa Orde Baru dan Poros Tengah yang oportunis. Pada saat Gus Dur bergerak menghadapi sisa-sisa Orde Baru dan berupaya mendemokratiskan kehidupan politik mendapat tantangan dari koalisi besar sisa-sisa Orde Baru dan Poros Tengah, maka LMND bersama beberapa kelompok radikal dari gerakan mahasiswa, buruh, dan petani berada di garis depan pendukung Gus Dur. Akan tetapi, sikap gradual Gus Dur menyebabkan ia tidak dapat mengendalikan situasi, dan akhirnya tergulingkan. Reformasi akhirnya dipukul mundur, dan kekuatan lama (sisa-sisa orde baru) merestorasi diri. Megawati-Hamzah Haz naik menggantikan Gus Dur.
Selain mengakomodir kekuatan lama (Orde Baru dan Tentara) dan restrukturisasi kekuasaan barunya, Megawati juga melanjutkan negosiasi dengan IMF dan WTO, terutama untuk implementasi resep-resep neoliberal di Indonesia. Berbagai struktur LMND bergerak di berbagai kota menentang kenaikan harga BBM, privatisasi, dan kebijakan liberalisasi impor perdagangan. akibatnya, aktifis LMND di berbagai kota banyak yang ditangkap, kantor-kantor LMND diserbu oleh milisi dan preman, dan aksi-aksi massa kami dibubarkan. Perlawanan yang dilakukan LMND bersama sektor-sektor sosial lainnya menyebabkan rejim Mega-Haz kehilangan kredibilitasnya di hadapan rakyat. Akan tetapi, mereka masih dapat bertahan dan menyelenggarakan pemilu 2004.
Di tengah sengit perlawanannya terhadap Rezim yang ada, dengan pertimbangan ekonomi-politik yang tajam, pada tahun 2003, LMND berani mengambil tindakan politik yang berbeda dari kegamangan umum Gerakan Mahasiswa (yang masih disekap jargon Moral Force maupun Social Movement) saat itu, yaitu: bertemu dan berdiskusi dengan gerakan lintas sektoral (tani, buruh, kaum miskin kota) yang progresif lain, sampai menghasilkan keputusan politik untuk bersama-sama saling membahu, membentuk sebuah partai politik elektoral ber-platform kerakyatan untuk merespon Pemilu Parlemen 2004. Nama persatuan mereka saat itu adalah Partai Oposisi Rakyat (POPOR). Meski gagal akibat sempitnya waktu untuk memenuhi verifikasi pemilu (hanya sekitar 3 bulan), tindakan tersebut telah LMND anggap tepat sebagai sebuah taktik politik 'termungkin' pada saat itu.
Gagal mengintervensi pemilu 2004, tidak menurunkan peran aktif LMND dalam menghalau kemunculan kekuatan lama, terutama Tentara, dalam proses pemilu 2004. LMND aktif melakukan aksi menentang militerisme dan berkampanye kepada rakyat agar tidak memilih capres militer. kendati demikian, kampanye populis yang dirancang Susilo Bambang Yudhoyono dan Yusuf Kalla (SBY-JK) mengantarkan mereka memenangkan pemilu.
LMND menilai, SBY-JK berhasil memenangkan pemilu karena dukungan dari kekuatan asing, terutama negara-negara imperialis dan korporasinya. Hal tersebut memang terbukti benar; baru saja SBY-JK memulai pemerintahannya, ia sudah memutuskan menaikkan harga BBM. Gelombang protes dan perlawanan kembali muncul, dan LMND bersama organisasi-organisasi mahasiswa lain, serta sektor-sektor organisasi rakyat, bekerjasama membangun komite/aliansi-aliansi bersama. Lahirlah Barisan Oposisi Bersatu (BOB), yang berjangkauan multi sektor dan cukup pluralistik. SBY-JK berkali-kali menaikkan harga BBM, disamping getol menjual BUMN (privatisasi) kepada pihak asing, dan menyerahkan penguasaan mayoritas sumber daya alam kepada cengkeraman imperialisme.
Pada tahun 2006, LMND bersama beberapa sektor sosial dan organisasi radikal membuka perdebatan untuk merumuskan strategi-taktik menghadapi pemilu 2009. Akhirnya, LMND menjadi inisiator pendirian Komite Persiapan Partai Elektoral, yakni KP-Papernas. Januari 2007, akhirnya partai elektoral baru berdiri, yaitu Partai Persatuan Pembebasan Nasional (Papernas).
Terhadap penjajahan asing (imperialisme) yang begitu nyata dalam penguasaan kekayaan alam Indonesia, terutama sektor pertambangan. sejak ratusan tahun, kekayaan tambang indonesia (migas, batubara, mineral, dll) dijarah oleh asing, melalui korporasi-korporasi raksasa mereka yang beroperasi di Indonesia. segelintir elit yang berdiri dibalik kepentingan korporasi asing tersebut, menikmati dan mendapatkan jatah dari hasil tambang ini sekaligus merupakan jaminan untuk mereka tetap berkuasa. menghadapi ini, LMND memperjuangkan nasionalisasi terhadap seluruh perusahaan tambang asing yang beroperasi di Indonesia. berkali-kali LMND mendatangi kantor-kantor korporasi asing tersebut, diantaranya Exxon (jakarta), Inco (Makassar), Newmont (NTB), Chevron (Riau). aksi serupa juga digelar di kota-kota lain dengan tema yang sama; nasionalisasi perusahaan tambang asing.
Sebagai salah satu organisasi progresif di mahasiswa, LMND memposisikan diri anti kapitalisme dan memperjuangkan pergantian tatanan kapitalisme yang serakah ini, dengan sebuah tatanan yang lebih demokratis, lebih humanis, dan ekologis. Hal ini menjadi nafas dalam azas perjuangan LMND, yakni Pancasila.
Saat ini, LMND berdiri di 24 propinsi, 80 kota, dan ratusan kampus di seluruh Indonesia.
SUSUNAN PENGURUS EKSEKUTIF NASIONAL LMND 2011-2013
Ketua Umum : Arif Fachrudin Achmad
Sekretaris Jendral : Edi Susilo
Bendahara : Rio hutagalung
Dep. Pendidikan dan Kaderisasi : Fuad Kurniawan
Dep. Kajian dan Bacaan : Rusdianto Adit Amoersetya
Dep. Hubungan Internasional : Nur Fitriana

0

munculya ideRepublik Indonesia

Posted by ureh alsagan edsa on 00.25

Saya menyimpan pertanyaan ini sejak masih Sekolah Dasar (SD). Maklum, saat itu rasa ingin tahu saya sangat besar. Pertanyaan saya itu begini: Dari mana datangnya ide Republik Indonesia ini? Pertanyaan ini lama sekali tidak terjawab. Hingga pada suatu hari, saya menemukan pidato Bung Karno tanggal 10 November 1956. Saat itu Bung Karno sedang membuka Sidang Konstituante. Nah, di dalam pidato yang penuh kobar semangat itu, saya mendapati jawabannya. Pembukaan pidato itu sangat menarik. Bung Karno mengulas arti penting ide-ide besar dalam sejarah perjuangan umat manusia. “Memang suatu ide yang agung dan luhur selalu menjadi lokomotif sejarah,” ujarnya. Ide besar itulah yang mengubah orang yang tadinya lemah menjadi kuat dan berani berkorban. Saya kira, penjelasan Bung Karno itu menarik diulas. Sebab, selama ratusan tahun bangsa ini meringkuk dalam jeratan kolonialisme, seolah-olah pasrah dengan keadaan. Namun, setelah Proklamasi Kemerdekaan dikumandangkan, manusia Indonesia begitu pemberani dan revolusioner. Slogan di mana-mana saat itu adalah: Merdeka atau Mati! Apa yang membakar semangat rakyat kala itu? Bung Karno menjawab: Ide kemerdekaan dan keselamatan suatu bangsa. Yakni: ide negara nasional Indonesia, yakni Republik Indonesia, yang diproklamirkan tanggal 17 Agustus 1945. Nah, kembali ke pertanyaan semula: darimana munculnya ide Republik Indonesia ini? Menurut Bung Karno, kemunculan ide ini melalui sejumlah tahap dalam perjuangan bangsa Indonesia. Tahap pertama ditandai dengan tiga fase. Fase pertama adalah ide kesukuan. Dalam fase ini, ujar Bung Karno, tiap-tiap suku merasa dirinya sebagai satu kesatuan yang mutlak. Masing-masing suku juga berjuang hanya untuk kepentingannya sendiri. Fase kedua adalah fase kepulauan. Di sini tiap-tiap pulau juga merasa sebagai satu kesatuan yang mutlak. Mereka pun hanya berjuang untuk kepentingannya sendiri. Bung Karno menyebut ini sebagai “insularisme” atau semangat kepulauan. Fase ketiga adalah kerjasama antar suku atau antar pulau. Biasanya, suku-suku ini bekerjasama dalam ikatan federasi. Begitu pula dengan pulau-pulau yang ada. Namun, tidak ada satupun suku atau pulau yang rela berkorban untuk seluruh bangsa atau tanah air Indonesia. Tahapan kedua terjadi pada tahun 1928, yang ditandai dengan munculnya ide baru yang lebih segar, yang melampaui ide kesukuan dan kepulauan. Ide baru itu dilahirkan oleh Angkatan Muda melalui Kongres Pemuda tanggal 28 Oktober 1928, yakni Ide tentang kesatuan bangsa, kesatuan tanah air, dan kesatuan bahasa. Menurut Bung Karno, dengan lahirnya ide baru tersebut, maka ide kesukuan, insularisme, provinsialisme, dan federalisme menjadi tidak relevan. Ide-ide tersebut telah terkubur oleh kelahiran ide satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa: Indonesia. Karenanya, Bung Karno mengingatkan, kalau masih ada pihak yang mau menghidupkan kembali ide kesukuan, atau ide kepulauan, ataupun federalisme, maka itu sama saja dengan menggali ide-ide yang sudah dikuburkan. Namun demikian, tidak berarti bahwa, dengan munculnya ide yang ditelurkan oleh Sumpah Pemuda itu, lantas orang dilarang mencintai sukunya atau memajukan daerah asalnya. Sebaliknya, Bung Karno berseru: cintailah dan majukan daerah asalmu, tetapi cintailah dan majukanlah dalam rangka kesatuan tanah air dan bangsa Indonesia. Tahapan ketiga muncul pasca Sumpah Pemuda, yakni di tahun 1930-an, saat para pejuang kemerdekaan menyepakati, bahwa Indonesia Merdeka yang dicita-citakan adalah berbentuk Republik. Dan, kata Bung Karno, Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 mematangkan ide Republik tersebut. Sebetulnya, kalau kita lihat dalam sejarah, gagasan Republik itu sudah muncul sejak tahun 1920-an. Kita bisa melihat, misalnya, dalam tulisan Tan Malaka, Naar De Republiek Indonesia. Di situ Tan Malaka menyebutkan salah satu program PKI, yakni: Membentuk Republik Federasi dari pebagai pulau-pulau Indonesia. Nah, bagi Bung Karno, ide final kita sebagai sebuah bangsa adalah ide yang dikumandangkan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945: Bangsa Indonesia bersatu tidak terpetjah belah, dalam satu negara Nasional Kesatuan yang berbentuk Republik. Lebih lanjut, di pidatonya ini, Bung Karno juga memaparkan pengertian Republik. Selama ini Republik hanya diartikan sebagai Pemerintahan Yang dipilih oleh Rakyat. Biasanya kepala pemerintahannya disebut Presiden. Bagi Bung Karno, itu hanya pengertian vulgarnya saja, bukan esensinya. Kata ‘Republik’, kata Bung Karno, berasal dari kata ‘Res Publica’, yang bermakna kepentingan umum. Di dalamnya ada pemihakan yang kuat terhadap kepentingan umum atau kepentingan bersama, bukan kepentingan segelintir orang ataupun klas. Di masa lalu, Bung Karno mengingatkan, banyak negara Republik yang tidak konsisten dengan makna Res Publica. Praktek penyelenggaraan negaranya menjauh dari kepentingan umum. Mereka hanya melayani kepentingan satu klas saja atau segelintir orang, yakni kaum borjuis. Penyebabnya, ungkap Bung Karno, karena negara-negara yang mengaku Republik tersebut hanya ber- Res Publica di lapangan politik semata. Hanya di mata politik sajalah rakyat dianggap setara. Namun, di lapangan ekonomi, rakyat tetap tersusun dalam hirarki klas-klas. “Kekuasaan ekonomi tidak mau mereka akui sebagai milik bersama. Jangankan dalam praktek, dalam teori pun tidak,” kata Bung Karno. Pendek kata, bagi Bung Karno, Republik harus punya kandungan keadilan sosial. Tanpa keadilan sosial, konsep Republik akan melempem. Dari situlah, saya kira, kita bisa menyadari bahwa perjuangan untuk sebuah Republik berarti juga perjuangan untuk mimpi hidup bersama dalam kemakmuran dan keadilan sosial. Karena itu pula, seperti ditegaskan Bung Karno, ide Republik Indonesia memperjuangkan kesetaraan ekonomi, politik, dan sosial-budaya. Jadi, Republik Indonesia itu tidak sesederhana ‘NKRI Harga Mati’, tetapi menyiratkan sebuah cita-cita besar dan agung: masyarakat berkeadilan sosial. Makanya muncul pertanyaan baru lagi: apa artinya jargon-jargon NKRI harga mati kalau di dalamnya rakyat hidup sengsara, penuh ketimpangan, kemiskinan, dan ketidakadilan? Sumber Artikel: http://www.berdikarionline.com/bung-karnoisme/20130810/bung-karno-munculnya-ide-republik-indonesia.html#ixzz2kPxzDwM0 Follow us: @berdikarionline on Twitter | berdikarionlinedotcom on Facebook

0

Pahlawan bangsa

Posted by ureh alsagan edsa on 09.11


Copyright © 2009 Ureh aldigan_EDSA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.